Life is not as simple as math formula

May 19, 2011

Telecommers Mancing

Filed under: Telecommers — suatmimurnani @ 3:13 pm

Place of event : Moro Kangen, Babarsari

Date : May 17th 2011

Aheyy.. Kita mulai dari mana?

Pada intinya memang Telecommers mempunyai rencana untuk mengadakan makrab atau otbon. Hanya saja saya cuma menjadi tim hore. Secara tiba-tiba mendapat pemberitahuan untuk ikut acara mancing bareng anak-anak subkonsentrasi telekomunikasi. And the day came…🙂

Lokasi pemancingan adalah Moro Kangen, Babarsari tepatnya ada di hampir ujung timur selokan mataram. Acara yang seharusnya dimulai pukul 8, mundur menjadi jam 9 karena pada telat bangun.. termasuk saya yang memang sangat kebo! Dan personel yang paling semangat hanya satu orang, yaitu boss Nalar yang sampe bawa pancingan dan umpan sendiri. Kita-kita yang lain mah mending nyewa pancingan di sana aja..

Nah, ini dia foto-foto ketika mancing di sana.. Tak banyak ikan yang kita dapat, tapi lumayan lah. Most of them kita lepaskan lagi karena ga tega makan ikan segede itu (baca : lele dumbo).

Hal yang aneh adalah kita makan tidak di tempat pemancingannya. Kita memilih tempat lain karena ada makhluk-makhluk yang ga doyan makan ikan. Alamaaaakk.. hahahahaha.. Jadi kita putuskan makan di Laris-i yang berada di daerah Nologaten, belakang Ambarrukmo Plaza. Check this out..

Tak puas dengan hanya mancing dan makan, saya, Putri, dan Mita jalan dulu ke Amplaz dengan alasan ada barang yang dicari (baca : kostum untuk interview). Dan penting banget kita masih tetep ga mau rugi untuk foto-foto di sana.. dasar wanita…

Yap, that’s all… Ditutup dengan saya menonton “The Mirror Never Lies” bersama dengan Anindita.. Such a nice film that shows us how beautifull Indonesia is (read : Wakatobi).🙂

October 25, 2010

Catatan Perjalanan – Juli 2009

Filed under: Just for fun — suatmimurnani @ 10:27 pm
Tags: , , , , , , ,

Juli 2009, liburan antar semester genap ke ganjil. Liburan yang sangaaaaat panjang buat saya! (haha) Pada momen ini rentetan kegiatan liburan dengan judul ” jalan-jalan dan kuliner” banyak terjadi. Momen yang sebenernya ga sengaja untuk dilakukan, alias nyaris tanpa rencana. Justru karena tanpa rencana itulah serangkaian event ini bisa terjadi. Pengalaman, kegiatan yang direncanakan justru sering tertunda bahkan tidak jadi karena faktor mood yang tiba-tiba menghilang.

Saya bersama mba Happy Nur Jayanti, mba Sesari Juniardianti Evananda, dan mas Fransiskus Yulianto Mage menggila di beberapa event dadakan tersebut. Beberapa di antaranya sempat diabadikan ke dalam foto…

Let’s check this out!

Part I – 25 Juli 2009 – Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta

Event yang terjadi karena ke-bad-mood-an jeng Happy. Si embah ini ingin melihat pesawat komersial take off dan landing dari kejauhan. Akhirnya ke bandara lah kita. Meski ketika di sana, praktis yang kita lihat ada beberapa pesawat yang landing dan take off, barisan pramugari, dan sempat saya mengomentari bentuk salah satu maskapai penerbangan sebagai pesawat yang mirip dengan “kaleng coca cola” :haha: ( I guess you know what plane it is :p)

Part II – 28 Juli 2009 – Liga Futsal Indonesia dan Gudeg Ceker Seturan

Bagian ini mas Franzy mengajak kita menonton Liga Futsal di GOR Universitas Negeri Yogyakarta. Konon kita yang cewe bukan pendukung pertandingan, melainkan mencari adakah pemain yang “bening” yang bisa dijadikan objek pemandangan. Sungguh ironis (-___-“)

Setelah selesai pertandingan yang akhirnya dimenangkan oleh siapapun saya tidak perhatikan, kita mencari sesuap nasi di Gudeg Ceker Seturan. Bagi orang yang menyukai gudeg sekaligus ceker (kaki ayam) di sinilah tempat yang tepat. Rasanya maknyoss (seandainya dipromokan pak bondhan wisata kuliner) dan membuat mulut masih ingin tetap mengunyah (*lebay).

Part III – 29 Juli 2009 – Pantai Sundak, Krakal, dan Siung

Tak puas dengan jalan-jalan seharian sebelumnya, pagi-pagi buta sehabis subuh kita meluncur ke pantai Sundak, Gunungkidul. Niatnya mau lihat sunrise, tapi ga kesampean, pas sunrise masih di jalan… Perjalanan ditempuh kurang lebih 1 jam karena santai dan baru pertama kalinya ke sana. Dengan picanto bungkus milik mba Ira Prayuni kita akhirnya tiba di Sundak dengan selamat. Pantai Sundak secara umum sama dengan pantai-pantai lain di Gunungkidul, pasir putih dan tampak belum banyak dijamah manusia. Pemandangan kala pagi sungguh indah dan udaranya enak, tapi tetap saja bau amis pantai tetep tercium..😛

Beberapa momen yang sempat diabadikan

Belum puas dengan satu pantai, akhirnya kita melanglang buana ke pantai Krakal dan Siung. Pantai Siung yang menurut saya paling alami. Suasananya saya suka! Deburan ombaknya yang menghantam karang… wew! I like it… :p

Part IV – 1 Agustus 2009 – Soto Pak No dan Lawang Sewu, Semarang

Diawali dengan sebuah sms masuk di handphone saya, ” Sobek, kamu di mana? Ayo ke semarang!” Saat itu memang saya sedang di kampus, baru saja selesai kuliah penyegaran remediasi (maklum, perbaikan nilai :p). Karena setelah itu juga saya tak ada kegiatan apa-apa, akhirnya saya balas, “Kapan? Naik apa?” Sebuah pesan balasan pun datang, ” Sekarang, naik picanto bungkus, disetirin Franzy”  Dhuaaarrr!!! Omaigoott… Itu sudah jam 1 siang, jeng Happy keukeuh ke semarang. Okelah, saya ikut. Berempat dengan mba Sari kita ke semarang, perjalanan ditempuh dengan lancar, meski saya ketika mampir di pom bensin, salah masuk toilet. BODOH!!!

Tujuan pertama adalah Soto Kudus Pak No yang letaknya di belakang Pizza Hut Banyumanik. Itu adalah tempat makan favorit kita di semarang. Lepas makan, langsung kita ke Tugu Muda, parkir di Lawang Sewu. Niat hati ingin masuk, namun karena matahari sudah bersembunyi, diputuskan untuk tidak masuk karena hawa-hawa horor yang membuat nyali jadi ciut. Hahahahah… ya sudah, ke tugu muda saja kita, foto-foto! :p

Lepas dari itu, kita baru pulang kembali ke jogja sekitar pukul 22.00. Di tengah perjalanan, jeng Happy rupanya tertarik untuk membeli serabi di ambarawa… tapi saya dapat gretongan sih, makasi sooobbbek!! :p Perjalanan diakhiri ketika sudah parkir kembali di kediaman kita tercinta, Waroeng Jibe! Kira-kira jam 12-an malam sudah bisa memejamkan mata untuk istirahat… :p

Part V – 4 Agustus 2009 – Desa Wisata Krebet dan Goa Slarong, Bantul Yogyakarta

Rupanya kita belum lelah menghabiskan waktu liburan untuk jalan-jalan. Setelah kita mendapatkan tour guide, yaitu mas Herlambang, teman psm mba Sari, akhirnya kita berwisata ke arah Bantul. Diawali dengan sarapan di tongseng Sudimoro dekat Pasar Bantul. Kalo urusan makanan, saya tak banyak komentar deh, apapun saya pasti bilang enak. Hahaha….

Lepas dari sarapan, kita ke desa wisata Krebet. Desa wisata Krebet ini tak jauh berbeda konsepnya dengan Desa Wisata Kasongan. Bedanya hanya pada produk yang dipasarkan. Kasongan memasarkan produk berupa kerajinan gerabah, sementara Krebet memasarkan kerajinan kayu. Sempet kita lihat proses pembuatannya yang merupakan home industry ini. Tidak menyesal pokoknya hari itu…

Tak jauh dari Krebet adalah Goa Selarong, yang menurut sejarah merupakan markas P.Diponegoro ketika sedang bergerilya melawan penjajah. Namun disayangkan, tempat ini kurang mendapatkan perhatian, sehingga kurang terawat. Padahal jika dirawat dan dipublikasikan lagi, tempat ini mampu menjadi objek wisata bersejarah.

Yup, itulah serangkaian perjalanan kita selama liburan… Seandainya ada kesempatan lagi, ingin sekali rasanya mengulang momen-momen ini… Tapi waktu terus berjalan, harus hadapi tantangan yang semakin banyak  di depan.. Semoga sukses untuk kita semua…

Dedicated for :

Happy Nur Jayanti yang sudah ada di Surabaya

Fransiskus Yulianto Mage yang sudah kembali ke Wamena

:p😀🙂

June 30, 2010

MIGRASI TEKNOLOGI GSM MENUJU LTE

Filed under: Technology — suatmimurnani @ 2:11 am
Tags: ,

Berkembangnya tingkat kebutuhan manusia mendorong perkembangan teknologi telekomunikasi. Gambar  berikut ini adalah timeline dari perkembangan teknologi LTE yang berasal dari GSM di bawah project group 3GPP.

GSM Family Technology Evolution

 

1. GSM (Global System for Mobile Communication)

GSM adalah generasi  pertama dari teknologi telepon digital, sehingga bandwidth radio air interface dapat digunakan lebih efisien (peningkatan kapasitas) serta layanan seperti SMS (Short Message Service) dapat disupport oleh jaringan ini. Tabel di bawah ini berisi tentang overview teknologi GSM.

Overview Teknologi GSM

Peningkatan kapasitas karena isyarat digital yang digunakan diilustrasikan seperti pada gambar di bawah. Adanya penggabungan teknologi TDMA ini membuat sebuah kanal frekuensi yang dulunya hanya untuk satu pengguna, kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa time slot yang masing-masing time slot digunakan untuk melayani satu user. Sehingga masing-masing kanal dapat digunakan oleh lebih dari satu user.

Peningkatan Kapasitas GSM dengan FDMA dan TDMA

GSM menggunakan modulasi Gaussian Minimum Shift Keying (GMSK) yang memiliki modulation rate sebesar 270,833 kbps. Dengan rate tersebut, maksimum 156,25 bit dapat ditransmisikan dalam sebuah time slot yang berdurasi 576,9 ms. Banyaknya bit yang terdapat dalam sebuah time slot digambarkan pada gambar 3.3 di bawah ini.

Jumlah bit di dalam setiap time slot GSM

 

2. GPRS (General Packet Radio Service)

GPRS adalah suatu teknologi pengiriman dan penerimaan data berbasis packet switching untuk komunikasi nirkabel dengan memanfaatkan jaringan GSM yang telah ada. Jika suatu jaringan GSM akan diupgrade menjadi suatu jaringan GPRS, maka ada beberapa bagian yang perlu ditambahkan dan beberapa komponen yang sudah perlu untuk diupgrade, seperti ditunjukkan pada tabel  di bawah ini.

Overview Teknologi GPRS

Tabel komponen upgrade jaringan GSM ke GPRS

Berbeda dengan GSM, yang merupaka circuit swich, layanan data pada GPRS dapat menempati lebih dari satu time slot dan belum tentu sama posisi time slot pada uplink dengan downlink. Namun untuk layanan voice, alokasi time slotnya kurang lebih sama dengan GSM. Pada intinya, yang membuat GPRS mempunya bandwidth lebih adalah adanya alokasi penggunaan time slot seperti ditunjukkan pada gambar ini

Alokasi Penggunaan Time Slot pada GPRS

 

3. EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution)

EDGE dikembangkan dari jaringan GPRS yang telah ada dengan menambahkan upgrade pada jaringan aksesnya. Pada BTS perlu ditambahkan komponen EDGE Transceiver Unit (TRU) untuk penyesuaian dengan protokol EDGE. Sementara itu bagian core network dari EDGE memiliki arsitektur dan protokol yang sama dengan GPRS. Ilustrasinya diberikan pada gambar berikut ini.

Radio Access Network EDGE

Selain pada Radio Access Network (RAN), perbedaan utama dari EDGE dibandingkan dengan GPRS adalah pada modulasi dan coding schemenya. Gambar di bawah menjelaskan perbedaan tersebut. Pada GPRS digunakan modulasi GMSK dan coding scheme CS1 sampai dengan CS4. Sedangkan pada EDGE, tetap digunakan modulasi GMSK untuk coding scheme MCS1 sampai dengan MCS4. Sisanya, MCS5 sampai dengan MCS9, digunakan modulasi 8 PSK di mana setiap simbol mewakili 3 bit, itu artinya pesat data dari modulasi jenis ini tiga kali lebih tinggi dari pada ketika digunakan GMSK yang 1 simbol mewakili 1 bit.

Modulasi dan Coding GPRS dan EDGE

4. UMTS (Universal Mobile Telecommunication System)

UMTS bukan merupakan pengembangan GSM, namun sebuah evolusi dari GSM, karena UMTS memiliki Radio Access Network yang baru disebut UTRAN (UMTS Terrestrial Radio Access Network). Selain itu pada UMTS juga terdapat IMS (IP Multimedia Subsystem). Overview tentang UMTS terdapat pada tabel di bawah ini.

Overview Teknologi UMTS

UMTS menggunakan akses berbasis CDMA yang dikenal dengan nama WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access). Pada teknik ini digunakan frekuensi yang sama untuk banyak user dalam bandwidth yang lebar. Masing-masing user memiliki code yang saling orthogonal dengan code yang dimiliki oleh user lain sehingga tidak terjadi interferensi antar user.

5. HSPA (High Speed Packet Access)

HSPA merupakan pengembangan dari teknologi UMTS dengan menambahkan beberapa channel baru. Tabel dan gambar di bawah  akan menjelaskannya.

Channel baru baru HSPA

Channel baru yang terdapat pada HSPA

HSPA mempunyai dua generasi, yaitu HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dan kemudian disusul oleh HSUPA (High Speed Uplink Packet Access). HSDPA berfokus pada pengembangan kecepatan akses pada sisi downlink, kemudian disusul HSUPA untuk mengembangkan sisi uplinknya. Tabel berikut adalah gambaran dari HSDPA dan HSUPA.

Overview HSDPA dan HSUPA

6. HSPA+

HSPA + adalah perubahan dari HSPA dengan membuat jaringannya menjadi All-IP Architecture, dan meningkatkan data rate transmisinya. Tabel adalah overview dari teknologi HSPA+.

Overview Teknologi HSPA+

7. LTE (Long Term Evolution)

Fitur LTE

LTE memiliki Radio Access Network sendiri yang bernama E-UTRAN. Jaringan corenya disebut Evolved Packet Core (EPC). Jadi LTE bukan pengembangan dari UMTS, namun evolusi dari UMTS.

Evolusi Jaringan 3G menuju LTE

Gambar di atas memperlihatkan bahwa arsitektur LTE lebih sederhana dibandingkan dengan arsitektur yang sudah ada sebelumnya. Evolved Node B (eNB) mengerjakan juga beberapa fungsi dari BSC, dan sisanya dicover oleh MME. Karena itulah arsitekturnya cenderung lebih sederhana.

Kelebihan LTE terhadap HSPA+

  1. Penggunaan spektrum yang fleksibel oleh LTE baik dari segi bandwidth maupun duplex
  2. Efisiensi spektrum
  3. Arsitektur lebih sederhana
  4. Pesat data lebih tinggi
  5. Latency sangat rendah  yaitu 10 ms, sementara pada HSPA+ selama 50 ms
  6. TTI lebih pendek ( 0,5 ms dibandingkan 2ms pada HSPA+)

Kelebihan HSPA+ terhadap LTE

  1. Telah siap sebelum adanya  LTE
  2. Investasi untuk infrastrukturnya lebih murah

LTE ternyata belum memenuhi beberapa standard untuk teknologi 4G, sehingga dikembangkan LTE-Advanced untuk memenuhi persyaratan diklasifikasikannya menjadi teknologi 4G.

Special thanks to : Telecommers

Blog at WordPress.com.

Everything Lee Seung Gi

This is solely dedicated to the best all-around entertainer, the one and only, Lee Seung Gi.